Pengukuran Besaran

Dalam Fisika, pengukuran adalah membandingkan suatu besaran dengan besaran standar. Adapun beberapa hal yang harus diperhatikan dalam melakukan pengukuran antara lain:

Dalam mengukur suatu besaran, tentunya anda perlu memilih alat ukur yang sesuai dengan besaran yang hendak diukur. Misalnya, anda diminta mengukur panjang sebuah meja, tentunya anda dapat menggunakan mistar atau alat ukur panjang lainnya yang sesuai.

Pengukuran berdasarkan caranya dapat dibedakan menjadi dua, yaitu pengukuran tunggal dan pengukuran berulang. Umumnya pengukuran tunggal dilakukan jika besaran yang diukur tidak berubah-ubah sehingga hasil pengukuran tunggal dianggap cukup akurat, misalnya pengukuran panjang pensil. Adapun pengukuran berulang dilakukan jika hasil pengukuran diharapkan memiliki ketelitian yang tinggi, misalnya hasil pengukuran diameter sebuah kelereng sering berbeda jika diukur di bagian yang berbeda.

iDevice icon Aspek Aspek Pengukuran
Setiap pengukuran dapat memiliki kesalahan yang berbeda beda, bergantung pada keadaan alat ukur, perbedaan tingkat ketelitian alat ukur, metode pengukuran, dan kemampuan orang yang mengukurnya. Oleh karena itu, salah satu cara mengurangi kesalahan pengukuran adalah pengetahuan yang cukup mengenai sifat-sifat alat ukur. Untuk mengetahui sifat sifat alat ukur, digunakan beberapa istilah teknis yang perlu anda ketahui. Adapun beberapa istilah teknis yang dimaksud antara lain
iDevice icon Alat Ukur Besaran
1. Alat Ukur Panjang

Mistar

Alat ukur panjang yang banyak digunakan dalam kehidupan sehari-hari adalah mistar. Skala terkecil dari mistar adalah 1 mm (0,1 cm) dan ketelitiannya setengah skala terkecil 0,5 mm (0,05 cm).

Jangka Sorong

Dalam praktiknya, mengukur panjang kadang-kadang memerlukan alat ukur yang mampu membaca hasil ukur sampai ketelitian 0,1 mm (0,01 cm), untuk pengukuran semacam ini kita bisa menggunakan jangka sorong.

Mikrometer Skrup

Alat ukur panjang yang paling teliti adalah mikrometer sekrup yang memiliki ketelitian 0,001 mm, biasanya digunakan oleh para teknisi mesin, terutama pada saat penggantian komponen mesin yang mengalami keausan. 

2. Alat Ukur Massa 

Dalam kehidupan sehari-hari, massa sering diartikan sebagai berat, tetapi dalam tinjauan fisika kedua besaran tersebut berbeda. Massa tidak dipengaruhi gravitasi, sedangkan berat dipengaruhi oleh gravitasi. Seorang astronot ketika berada di Bulan beratnya berkurang, karena gravitasi Bulan lebih kecil dibanding gravitasi Bumi, tetapi massanya tetap sama dengan di Bumi. Bila satuan SI untuk massa adalah kilogram (kg), satuan SI untuk berat adalah newton (N). Massa diukur dengan neraca lengan, berat diukur dengan neraca pegas, sebagaimana terlihat pada gambar. 

3. Alat Ukur Waktu

Waktu adalah selang antara dua kejadian/peristiwa. Misalnya, waktu siang adalah sejak matahari terbit hingga matahari tenggelam, waktu hidup adalah sejak dilahirkan hingga meninggal. Untuk peristiwa-peristiwa yang selang terjadinya cukup lama, waktu dinyatakan dalam satuan-satuan yang lebih besar, misalnya: menit, jam, hari, bulan, tahun, abad dan lain lain. Sedangkan, untuk kejadian-kejadian yang cepat sekali bisa digunakan satuan milisekon (ms) dan mikrosekon (μs). Untuk keperluan sehari-hari, telah dibuat alat-alat pengukur waktu, misalnya stopwatch dan jam tangan seperti terlihat pada gambar berikut


« Previous | Next »