Operasi Vektor
Penjumlahan dan Pengurangan Vektor






1. Lukislah vektor F1 dengan titik tangkap di O
2. Lukislah vektor F2 dengan titik tangkap di ujung vektor F1
3. Lukislah vektor F3 dengan titik tangkap di ujung vektor F2
4. Hubungkan titik tangkap di O dengan ujung vektor F3. Lukis garis penghubung antara titik tangkap O dan ujung vektor F3. Garis penghubung ini merupakan resultan vektor F1, F2, dan F3

Resultan Vektor
Untuk menentukan besar resultan vektor, dapat digunakan metode grafis dan metode analisis seperti berikut.
Metode Grafis
Menentikan resultan vektor secara grafis dapat dilakukan dengan metode jajar genjang, metode segitiga, dan metode poligon. Dengan menggunakan perbandingan skala dan besar sudut yang tepat, pengukuran panjang resultan vektor dapat dilakukan dengan menggunakan mistar, sedangkan besar sudut dapat dihitung menggunakan busur derjat.
Aturan menentukan besar dan arah resultan vektor dengan metode grafis.
1. Arah acuan vektor ditentukan berdasarkan arah sumbu x positif. Sudut vektor bernilai positif diukur berlawanan arah putaran jarum jam dan bernilai negatif diukur searah putaran jarum jam
2. Panjang vektor dilukiskan menggunakan skala panjang yang sesuai. Misalnya untuk vektor gaya yang besarnya 10 N dilukiskan dengan panjang 1 cm, sehingga untuk vektor gaya 20 N harus dilukis dengan panjang 2 cm. Adapun sudut arah vektor dapat diukur dengan busur derajat.
3. Vektor resultan dapat dilukiskan dengan metode jajar genjang, metode segitiga, atau metode poligon.
4. Panjang resultan vektor diukur dengan mistar dan arah vektor resultan terhadap sumbu x positif
Dalam menghitung jumlah dua vektor mengguanakan metode grafis, terdapat beberapa kelemahan, yaitu timbulnya kesalahan sistematis. Untuk menghindari kesalahan tersebut, digunakan metode analisis, yaitu dengan menggunakan rumus cosinus. Secara matematis, untuk mendapatkan resultan dua buah vektor secara akurat, dapat digunakan persamaan sebagai berikut. Dengan menggunakan rumus cosinus, misalnya dalam segitiga OAC akan diperoleh

Oleh karena OC = R, OA = F1, dan AC = F2, maka persamaan tersebut akan menjadi

Menentukan Arah Resultan Vektor
Untuk menentukan arah resultan vektor, terhadap salah satu vektor penyusunnya, dapat digunakan persamaan sisnus. Perhatikanlah gambar
Perkalian Vektor
Perkalian titik dua buah vektor merupakan perkalian skalar dari dua vektor tersebut. Hal ini disebabkan karena hasil kali titik dari dua buah vektor menghasilkan bilangan skalar . Hasil perkalian titik dari dua buah vektor A dan B misalnya kita sebut C dapat dinyatakan dengan suatu persamaan berikut

Berikut adalah simulasi perkalian titik dua buah vektor
Perkalian Silang (Cross Product)
Perkalian silang dari dua buah vektor akan menghasilkan sebuah vektor baru, sehingga perkalian silang dua buah vektor juga disebut dengan perkalian vektor. Hasil perkalian silang vektor A dan vektor B (dibaca A cross B) menghasilkan vektor C. Vektor C yang dihasilkan ini selalu tegak lurus dengan bidang yang dibentuk oleh vektor A dan vektor B
C = A X B
Adapun arah vektor C akan mengikuti aturan putaran skrup, seperti tampak pada gambar berikut

Berikut adalah simulasi perkalian silang dua buah vektor