Kegiatan Pembelajaran

GLB dan GLBB

 

Nama Kelompok                     :……………………………………………

Nama Anggota Kelompok      : 1. ……………………………………(    )

   2……………………………………  (    )

   3……………………………………. (    )

   4……………………………………..(    )

   5……………………………………..(    )

   6……………………………………..(    )

Kelas                                        :……………………………………………

Tanggal Kegiatan                    :……………………………………………

 

Kompetensi Dasar        : Menganalisis besaran fisika pada gerak dengan kecepatan dan percepatan konstan

 

Indikator                        :

a)      Menyajikan pola hubungan dari peta konsep yang dianalisis.

b)      Mendeskripsikan kecenderungan hubungan, pola, dan keterkaitan variabel.

c)      Menerapkan teknik/proses pengumpulan data

d)     Menyimpulkan karakteristik gerak lurus beraturan (GLB) melalui percobaan dan pengukuran besaran-besaran terkait.

e)      Menyimpulkan karakteristik gerak lurus beraturan (GLBB) melalui percobaan dan pengukuran besaran-besaran terkait.

 

Materi Pokok                    : Gerak Lurus

 

Pengalaman Belajar         : Mengungkapkan karakteristik gerak lurus beraturan dan gerak lurus berubah beraturan melalui percobaan (Kecakapan

                                            hidup: mengidentifikasi, melaksanakan penelitian, mengambil keputusan).

 

Tujuan                               : Menemukan persamaan dan perbedaan serta ciri-ciri GLB dan GLBB.

 

A.    Alat dan Bahan

1.      Ticker timer

2.      Catu daya

3.      Papan luncur

4.      Troli (kereta dinamik)

5.      Kereta mainan berta

6.      Lem

7.      Kertas grafik

 

 

A.    Langkah Kerja

1.      Identifikasikan peralatan yang diperlukan dalam percobaan berikut ini.

 

 

 

2.      6.jpgSusunlah alat seperti gambar berikut.

 

 

 

3.      Nyalakan ticker timer (pewaktu ketik). Bila terjadi getaran stabil hidupkan kereta mainan, biarkan bergerak sampai ujung papan luncur.     Perhatikan gerak yang dilakukan kereta mainan.

4.      Perhatikan rekaman pita pewaktu ketik, kemudian potonglah dengan jumlah titik yang sama tiap potongan. Potongan dimulai dari rekaman  yang terlihat jelas.

5.      Tempelkan potongan pota secara berurutan pada kertas grafik seperti gambar berikut.

 

 

 

 

6.      Lakukan percobaan dengan mengganti kereta mainan dengan troli dan posisi papan luncur dimiringkan seperti gambar.

 

7.      Nyalakan ticker timer kemudian lepas kereta dinamik dan biarkan meluncur sampai ujung papan luncur. Perhatikan gerak kereta dinamik.

8.      Buatlah potongan pipa dengan jumlah yang sama tiap potongan. Kemudian tempelkan potongan pita secara berurutan. (Ingat, tempelan pita tidak boleh salah urutannya ).

 

 

A.    Data Hasil Penelitian

1.      Hasil rekaman gerak kereta mainan

 

 

 

2.      Hasil rekaman gerak kereta dinamik

 

 

 

A.    Analisis Data

1.      Dilihat berdasarkan kecepatannya, adakah perbedaan gerak antara gerak kereta mainan dengan kereta dinamik? Sebutkan perbedaan yang teramati.

………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………

2.      Jenis gerak apakah yang terjadi pada kereta mainan?

………………………………………………………………………………………......

3.      Jenis gerak apakah yang terjadi pada kereta dinamik?

…………………………………………………………………………………………..

 

B.     Kesimpulan

1.      Dari hasil analisis data, deskripsikanlah karakteristik gerak lurus beraturan (GLB).

………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………..

2.      Deskripsikan pula karakteristik gerak lurus berubah beraturan (GLBB)

………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………..

 

C.    Tindak Lanjut dan Aplikasi dalam Kehidupan

Fenomena gerak lurus, baik gerak lurus beraturan (GLB) maupun gerak lurus berubah beraturan (GLBB) adalah bagian kecil dari gerak yang bisa kita dapati dalam kehidupan sehari-hari. Pemahaman awal tentang gerak yang paling sederhana adalah gerak lurus dengan karakteristik yang bisa dirumuskan dalam persamaan matematis. Gerak lainnya mungkin lebih rumit, tetapi tinjauannya bisa dimulai dari analogi gerak lurus yang sederhana. Gerak melingkar sekalipun banyak dianalogi melalui gerak lurus.

 

 

 

 

 

 

 

« Previous | Next »